Pasar saham Wall Street pada tanggal 4 Agustus 2023 mengalami tekanan jual yang berlangsung sebelum aksi bargain hunting jelang penutupan perdagangan. Semua indeks utama ditutup di zona merah, dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang utang AS setelah pemangkasan kredit oleh Fitch Ratings dan juga data klaim pengangguran yang meningkat.
Indeks Dow Jones turun 0,2% menjadi 35.215,89, Nasdaq turun tipis 0,1% menjadi 13.959,72, dan S&P 500 merosot 0,3% menjadi 4.501,89.
Investor mulai melakukan aksi bargain hunting menjelang penutupan, namun dengan volume moderat karena menunggu rilis data NFP AS malam itu.
Data klaim pengangguran AS di pekan yang berakhir pada 29 Juli naik menjadi 227.000, meningkat 6.000 dari data sebelumnya di 221.000. Selain itu, data PMI sektor jasa menurut Institute for Supply Management juga menunjukkan pelemahan menjadi 52,7 pada Juli dari 53,9 pada Juni, lebih rendah dari perkiraan turun tipis ke 53,0.
Pelemahan sektoral dipimpin oleh saham maskapai penerbangan, yang menyeret Indeks NYSE Arca Airline turun sebesar 3,2% ke level penutupan terendah dalam hampir 2 bulan. Saham Southwest Airlines juga mengalami kerugian besar setelah peringkat saham perusahaan diturunkan menjadi Underperform dari Hold oleh Jefferies.
Namun, pergerakan sebaliknya terjadi pada saham gas alam, seiring dengan lonjakan harga komoditas global seperti minyak mentah.
Dalam kondisi seperti ini, pasar saham terus berfluktuasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Investor perlu mempertimbangkan dengan hati-hati dan waspada terhadap perubahan kondisi pasar sebelum membuat keputusan investasi. Data NFP AS juga dapat memiliki dampak signifikan pada sentimen pasar, jadi disarankan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan melihat bagaimana pasar bereaksi setelah data tersebut dirilis.
