Pada tanggal 15 Agustus 2023, Hang Seng menghadapi penurunan yang signifikan dan beberapa faktor mempengaruhi pergerakan indeks tersebut:
1. Penurunan Krisis Properti China: Indeks saham Hang Seng mengalami penurunan tajam sebesar 2,2% karena terdampak oleh memburuknya krisis properti di China. Tekanan jual terbesar datang dari saham-saham sektor real estate, dengan saham Country Garden Holdings mengalami penurunan drastis sebesar 14,3% dan mencapai level terendah baru.
2. Data Ekonomi China: Investor memiliki kekhawatiran terkait dengan serangkaian data ekonomi China yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Selasa. Data tersebut termasuk output industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran. Kinerja ekonomi China yang tidak pasti dapat berdampak pada sentimen pasar global.
3. Aksi Bargain Hunting di Wall Street: Bursa Wall Street mengalami kenaikan pada awal pekan tersebut, terutama didorong oleh aksi bargain hunting pada saham-saham teknologi yang mendukung kenaikan indeks Nasdaq.
4. Harga Minyak WTI: Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah $83 per barel karena ketidakpastian terkait ekonomi China dan penguatan dolar yang lebih kuat.
5. Dampak Teknikal: Secara teknikal, indeks Hang Seng diperkirakan akan mengalami rebound. Awal sesi diperkirakan dapat turun menuju posisi 18.728 dan jika tembus di bawahnya, mungkin akan melanjutkan penurunan menuju level support S1 dan S2. Namun, jika terjadi pergerakan ke arah yang berlawanan, indeks dapat naik menuju posisi 18.923, dan jika berhasil tembus di atasnya, kemungkinan akan mencapai level resistance R1 dan R2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 19558 | 19320 | 19024 | 18786 | 18490 | 18252 | 17956 |
| Buy Avg | 19024 | Sell Avg | 18502 |
Pergerakan indeks Hang Seng sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, politik, dan sentimen pasar. Saat melakukan analisis dan pengambilan keputusan investasi, perlu untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan indeks saham tersebut.
