PT KONTAK PERKASA FUTURES | Harga emas mengalami sejumlah perubahan pada minggu lalu. Meskipun sempat mengalami rebound awal pekan ke level $1,880, harga emas kemudian kembali turun tajam hingga mencapai $1,848 per troy ons pada akhir pekan. Ini terjadi meskipun yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun turun lebih dari 1%.
Pasar emas tidak mampu mendapatkan momentum yang kuat, terutama setelah Federal Reserve AS menyatakan perlunya menaikkan suku bunga Fed lagi pada akhir tahun 2023. Meskipun data inflasi Personal Consumption Expenditure (PCE) AS bulan Agustus menunjukkan sedikit pelemahan, hal ini tidak mampu menopang harga emas.
Harga emas mengalami penurunan sekitar 4% selama minggu tersebut, yang merupakan pekan terburuk sejak Juni 2021. Bahkan, harga emas telah turun sekitar 3,3% dalam tiga bulan terakhir, menciptakan harga terendah untuk tahun 2023.
Selama waktu yang sama, rally dolar AS dan lonjakan yields obligasi treasury AS 10 tahun telah memberikan tekanan berat pada harga emas. Yields obligasi 10 tahun AS bahkan mencapai level tertinggi sejak Oktober 2007, sedangkan indeks dolar AS mengalami penguatan hingga mencapai level tertinggi sejak November tahun lalu.
Saat ini, dolar AS masih menjadi pilihan yang dicari di pasar, didukung oleh ekonomi yang kuat, penurunan inflasi, dan tingkat imbal hasil treasury yang tetap tinggi. Meskipun ada tanda-tanda bahwa rally dolar AS mulai melemah, belum ada tanda-tanda pembalikan arah yang jelas.
Secara fundamental, harga emas masih memiliki potensi untuk turun lebih lanjut dalam minggu ini. Banyak analis memperkirakan bahwa harga emas dapat mencapai kerendahan tahunan sedikit di atas $1,800 per troy ons sebagai target support berikutnya.
Sebagai gambaran, support terdekat saat ini berada di $1,845. Jika support ini berhasil ditembus, harga emas dapat melanjutkan penurunannya ke $1,820 dan bahkan mencapai $1,800. Di sisi lain, resistance terdekat berada di $1,860. Jika resistance ini berhasil ditembus, harga emas dapat mengalami kenaikan menuju $1,880 dan $1,900.
Penting untuk mengawasi data pasar tenaga kerja AS dalam minggu ini, seperti laporan Nonfarm Payrolls, karena data ini dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve AS dan oleh karena itu, pergerakan dolar AS. PT KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber: Vibiznews
