PT KONTAK PERKASA | Bursa Wall Street Selasa Merosot Tertekan Lonjakan Imbal Hasil Treasury AS

PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA | Pasar saham AS mengalami penurunan yang signifikan pada hari Selasa, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrials jatuh ke posisi terendah dalam empat bulan. Pemicu utamanya adalah lonjakan imbal hasil Treasury AS 10-tahun ke level tertinggi dalam 16 tahun.

Komentar hawkish yang disampaikan oleh Presiden Fed Cleveland Mester dan Presiden Fed Atlanta Bostic menjadi pendorong utama dalam kenaikan imbal hasil Treasury 10-tahun tersebut. Mereka mengisyaratkan dukungan mereka untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Pasar juga mendapat tekanan dari data lowongan pekerjaan JOLTS yang menunjukkan peningkatan yang tidak terduga pada bulan Agustus. Hal ini mengindikasikan ketahanan pasar tenaga kerja yang lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya. Spekulasi mengenai pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve pun semakin meningkat.

Indeks S&P 500 akhirnya ditutup turun sebesar 1,37%, sementara indeks Dow Jones Industrials melemah sekitar 1,29%. Indeks Nasdaq 100 juga mengalami penurunan tajam sebesar 1,83%.

Imbal hasil Treasury AS 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 16 tahun, naik sekitar 12,3 basis poin menjadi 4,802%. Hal ini berdampak pada sektor pembangunan rumah, dengan saham-saham seperti PulteGroup, DR Horton, dan Toll Brothers mengalami penurunan lebih dari 3%. Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar juga melemah, termasuk Amazon.com, Nvidia, Microsoft, dan Tesla.

Saham-saham perusahaan pelayaran seperti Carnival, Royal Caribbean Cruises, dan Norwegian Cruise Line Holdings juga mengalami penurunan tajam akibat pemangkasan target harga oleh analis. Selain itu, sektor teknologi juga berkontribusi pada penurunan pasar secara keseluruhan.

Namun, beberapa saham seperti HP Inc, Brown-Forman, dan Intel berhasil menguat. HP Inc mendapatkan perhatian positif setelah Bank of America meningkatkan peringkat sahamnya menjadi “membeli” dengan target harga yang lebih tinggi.

Boeing juga mengalami kenaikan setelah mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi pesawat 737-nya pada Juli 2025. Perusahaan ini merencanakan produksi sebanyak 57 pesawat per bulan.

Untuk perdagangan selanjutnya, pasar saham Wall Street akan memantau data ISM Services PMI September dan ADP Employment Change September, yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan. Pernyataan dari beberapa pejabat Fed juga akan menjadi sorotan, dan jika mereka tetap hawkish, hal ini dapat menekan pasar saham. PT KONTAK PERKASA

Sumber : vibiznews