KONTAK PERKASA FUTURES | Harga emas mengalami penurunan untuk sesi kedelapan secara berturut-turut pada hari Rabu, dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Harga emas spot turun sekitar 0,14% menjadi $1,820.78 per ons, sementara harga emas berjangka AS mengalami penurunan sekitar 0,36% menjadi $1,834.80.
Meskipun harga emas sempat mengalami kenaikan di awal sesi setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan gaji swasta di AS pada bulan September lebih rendah dari yang diperkirakan, tekanan penurunan kembali terjadi.
Sementara itu, sektor jasa AS melaporkan perlambatan pada bulan September karena pesanan baru turun ke level terendah dalam sembilan bulan. Namun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tetap terlihat solid.
Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan 24% adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi dari The Fed tahun ini, menurut alat CME FedWatch.
Semua mata akan tertuju pada laporan non-farm payrolls utama yang akan dirilis pada hari Jumat. Laporan ini akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai jalur kenaikan suku bunga yang akan diambil oleh Federal Reserve.
Menariknya, meskipun dolar AS mengalami pelemahan, harga emas masih terus merosot. Indeks dolar, yang mengukur kinerja dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sekitar 0,2%.
Beberapa analis memproyeksikan bahwa harga emas dapat mengalami kenaikan karena imbal hasil Treasury AS mundur dan dolar AS melemah. Mereka memperkirakan bahwa harga emas spot bisa bergerak dalam kisaran resistance antara $1,855 hingga $1,868. Namun, jika harga emas kembali turun, maka kisaran support berada di $1,803 hingga $1,787. KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : vibiznews
