PT KONTAK PERKASA | Harga emas tetap berada di dekat level tertinggi bulan ini setelah imbal hasil Treasury jangka panjang turun pada hari Rabu. Para pelaku pasar sedang menantikan tanda-tanda bahwa Federal Reserve mungkin akan menghentikan kenaikan suku bunga untuk tahun ini.
Beberapa pejabat The Fed, seperti Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic, Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson, dan Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, baru-baru ini memberikan pernyataan yang mendukung sikap hati-hati dalam kebijakan moneter. Hal ini telah mengurangi spekulasi tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini, sehingga memberikan dukungan bagi harga emas.
Konflik Israel-Hamas dan kekhawatiran atas gejolak di Timur Tengah juga mendorong permintaan untuk aset safe haven, termasuk emas. Meskipun imbal hasil dan suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif pada harga emas, faktor-faktor lain seperti ketegangan geopolitik dapat mengimbangi efek tersebut.
Pasar masih menunggu data indeks harga konsumen AS yang akan dirilis pada hari Kamis, dan para pembuat kebijakan telah menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara pengetatan kebijakan moneter dan menjaga inflasi pada tingkat yang sesuai.
Harga emas di pasar spot naik sekitar 0,1% menjadi $1,875.59 per ons pada pagi hari di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga melemah, yang mendukung harga emas. Perak, platinum, dan paladium juga mengalami kenaikan dalam perdagangan ini. PT KONTAK PERKASA
Sumber : Bloomberg
