PT KONTAK PERKASA FUTURES | Harga emas telah mengalami penurunan dari level tertingginya dalam dua bulan terakhir seiring antisipasi pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dan reaksi terhadap penguatan dolar. Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi $1.946,51 per ons, sedangkan harga emas berjangka turun 0,5% menjadi $1.958,35 per ons pada hari Kamis.
Peningkatan harga emas yang baru-baru ini terlihat disebabkan oleh meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas, yang meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Namun, kenaikan ini menjadi terbatas oleh kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (AS) dan pemulihan dolar AS, yang semuanya didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga.
Pasar mengingatkan akan potensi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi, yang tercermin dalam kenaikan imbal hasil Treasury dan data inflasi AS yang melonjak tak terduga. Komunitas keuangan berharap pidato Powell selanjutnya akan mengonfirmasi komitmen bank sentral AS untuk mempertahankan kenaikan suku bunga dalam jangka waktu yang cukup lama.
Pembatalan pertemuan tingkat tinggi diplomatik yang melibatkan pemimpin AS, Mesir, dan Palestina juga telah mempengaruhi pasar, menjaga harga emas di dekat level tertingginya saat investor terus mengawasi perkembangan konflik di Timur Tengah.
Sementara itu, di pasar komoditas lainnya, harga tembaga mengalami penurunan karena kekhawatiran terkait jatuhnya pasar properti di Tiongkok, meskipun data Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok menunjukkan hasil positif. Harga tembaga berjangka turun 0,3% menjadi $3,5713 per pon. Penurunan ini dipengaruhi oleh kondisi pengembang properti besar Tiongkok, Country Garden, yang gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran obligasi luar negeri yang krusial, mengindikasikan potensi masalah gagal bayar utang luar negeri yang lebih luas. PT KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : Investing.com
