KONTAK PERKASA FUTURES | Pada awal perdagangan pagi ini (23/10), nilai tukar rupiah terhadap dolar terpantau melemah untuk hari keempat berturut-turut, sementara dolar AS di pasar Asia mulai menguat setelah mengalami penurunan selama dua hari sebelumnya.
Rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 0,17% atau turun 27 poin menjadi Rp 15.887 dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp 15.860. Rupiah terus mengalami penurunan mendekati angka Rp16.000, mencapai level terendah dalam 3,5 tahun terakhir, yaitu sejak April 2020.
Analis memperkirakan bahwa perdagangan rupiah terhadap dolar hari ini akan dimulai dengan pelemahan hingga mencapai Rp 15.875, kemudian mengalami sedikit koreksi ke level Rp 15.893, dan pada pagi ini terpantau berada di posisi Rp 15.887.
Melemahnya rupiah terjadi ketika dolar AS di pasar Asia mulai menguat setelah dua hari sebelumnya mengalami koreksi. Dolar AS bergerak naik perlahan sementara para investor masih prihatin dengan ketegangan geopolitik dalam konflik Israel-Hamas serta kenaikan imbal hasil Treasury AS.
Indeks dolar, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat ke level 106,26 pada awal perdagangan pagi ini. Ini menunjukkan penguatan dolar AS dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya yang berada di level 106,16.
Sementara itu, pada awal sesi perdagangan pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sebesar 18,134 poin (0,26%) ke level 6.831,034. Sementara di pasar saham Asia, umumnya mengalami pelemahan akibat data inflasi di kawasan tersebut, serta mengikuti penurunan Wall Street di akhir pekan yang dipicu oleh kenaikan imbal hasil Treasury AS.
Dalam analisis, dolar AS terhadap rupiah pada hari ini diperkirakan akan menguat, dengan dolar di pasar Asia mulai bergerak naik. Rupiah terhadap dolar dalam satu minggu terlihat bergerak dalam kisaran antara Rp 15.893 hingga Rp 15.716. KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : Vibiznews
