PT KONTAK PERKASA | Harga emas mengalami penurunan selama sebagian besar pekan ini, mencatat penurunan mingguan pertama dalam empat minggu terakhir. Hal ini terjadi karena permintaan terhadap aset safe haven menunjukkan pelemahan seiring berlanjutnya situasi perang antara Israel dan Hamas yang masih terkendali.
Emas batangan stabil pada hari Jumat (3/11) setelah mengalami penurunan sekitar 1% selama seminggu ini. Meskipun imbal hasil Treasury menurun, dan Federal Reserve mengisyaratkan pengetatan kebijakan moneternya telah berakhir, penurunan beberapa tingkat premi risiko perang Israel-Hamas berhasil mengimbangi pengaruh faktor-faktor tersebut. Harga emas masih berada dekat dengan level tertinggi dalam lima bulan, setelah mengalami lonjakan lebih dari 9% selama tiga minggu sebelumnya.
Mata semua investor saat ini tertuju pada data nonfarm payroll AS yang akan dirilis pada hari Jumat, yang dianggap sebagai indikator penting dalam menilai dampaknya terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa produktivitas AS mengalami peningkatan terbesar dalam tiga tahun terakhir, sementara biaya tenaga kerja cenderung menurun. Hal ini dianggap sebagai tanda positif bagi bank sentral AS.
Harga emas di pasar spot saat ini mengalami perubahan yang tidak signifikan, berada pada kisaran $1,985.33 per ons pada pukul 8:30 pagi waktu Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami kenaikan sebesar 0,1%, setelah menguat sekitar 0,6% pada hari Kamis seiring dengan penurunan harga emas. Sementara itu, harga perak cenderung melemah, harga platinum stagnan, dan harga paladium cenderung naik. (Arl) PT KONTAK PERKASA
Sumber: Bloomberg
