KONTAK PERKASA FUTURES | Harga emas mengalami penurunan pada hari Senin (6/11) yang disebabkan oleh kenaikan imbal hasil treasury dan aksi profit-taking dari investor. Emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember ditutup turun sebesar $10,60, menetap di level $1,988,60 per ons.
Penurunan ini terjadi setelah sejumlah investor melakukan aksi profit-taking, mengambil keuntungan setelah sebelumnya membeli aset safe-haven menyusul serangan teroris oleh kelompok militan Hamas pada 7 Oktober. Serangan tersebut menyebabkan ratusan warga Israel tewas dan memicu invasi Israel ke Gaza. Meskipun emas sempat mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pada pekan sebelumnya karena investor beralih ke logam yang dianggap lebih aman, namun kenaikan imbal hasil treasury menjadi faktor bearish bagi emas, terutama karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Imbal hasil treasury naik, menyebabkan dampak negatif pada emas, mengingat emas cenderung kurang menarik ketika imbal hasil obligasi naik. Surat utang AS dengan tenor dua tahun terakhir membayar sekitar 4,912%, mengalami kenaikan sebesar 3,7 basis poin. Sementara itu, imbal hasil obligasi 10 tahun juga mengalami kenaikan sebesar 14,3 basis poin menjadi 4,662%.
Dalam konteks nilai tukar, dolar menguat secara marginal, dengan indeks dolar ICE terakhir terlihat naik sebanyak 0,11 poin menjadi 105,13. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan pada harga emas, karena pergerakan dolar seringkali memiliki dampak terbalik terhadap emas, di mana penguatan dolar dapat menekan harga emas. KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : MT Newswires
