KONTAK PERKASA FUTURES | Harga emas menunjukkan stabilitas pada hari Rabu (6/12) setelah mengalami penurunan hampir 3% selama dua sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena investor mempertimbangkan prospek suku bunga, khususnya setelah data menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja AS.
Imbal hasil Treasury mengalami penurunan setelah laporan pada hari Selasa menunjukkan penurunan lowongan pekerjaan di AS pada bulan Oktober ke level terendah sejak Maret 2021. Hal ini membantu mendukung konsensus pasar untuk pelonggaran moneter oleh Federal Reserve pada tahun depan.
Investor secara cermat memantau prospek inflasi. Harga emas mencapai rekor tertinggi pada hari Senin sebelum mengalami penurunan cepat, mencerminkan kekhawatiran bahwa spekulasi penurunan suku bunga oleh Fed telah berlebihan. Suku bunga yang lebih rendah umumnya berdampak positif bagi emas batangan yang tidak menghasilkan bunga.
Swaps market memperkirakan peluang lebih dari 60% bahwa Fed akan menurunkan biaya pinjaman pada bulan Maret. Investor juga akan memantau laporan payrolls bulan November pada akhir minggu ini untuk mendapatkan petunjuk mengenai langkah selanjutnya dari bank sentral.
Vivek Dhar, seorang analis dari Commonwealth Bank of Australia, memperkirakan bahwa dolar akan menguat seiring berjalannya waktu, didorong oleh proyeksi resesi ringan di AS, yang dapat memberikan tekanan pada harga emas.
Harga emas di pasar spot naik 0,1%, mencapai $2.021 per ons pada pukul 9:18 pagi waktu Singapura, setelah mengalami penurunan lebih dari 2% dalam dua sesi sebelumnya. Indeks Bloomberg Dollar Spot cenderung datar. Perak, platinum, dan paladium semuanya mengalami kenaikan. KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber : Bloomberg
