PT KONTAK PERKASA | Emas berhasil mempertahankan kenaikannya selama dua hari berturut-turut karena pasar semakin meningkatkan ekspektasinya terhadap kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve pada awal tahun depan. Kenaikan ini terjadi meskipun sejumlah pembuat kebijakan masih menentang prospek tersebut.
Logam mulia ini mencapai rekor tertingginya awal bulan ini setelah bank sentral memberikan isyarat akan melonggarkan kebijakan moneter pada tahun 2024. Pasar swap saat ini memperkirakan lebih dari 70% peluang pemotongan suku bunga pada pertemuan bulan Maret. Meskipun Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa tidak ada urgensi untuk mengubah pendiriannya yang membatasi, pasar tetap optimis terhadap penurunan suku bunga.
Data ekonomi AS yang akan dirilis minggu ini, termasuk deflator PCE, akan menjadi fokus investor untuk mendapatkan petunjuk apakah Federal Reserve akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam mengendalikan inflasi. Inflasi menjadi kunci dalam menentukan kebijakan moneter di tahun mendatang.
Harga emas berada pada level $2,040.86 per ons pada pukul 7:57 pagi di Singapura, setelah mengalami kenaikan sekitar 1% selama dua sesi sebelumnya. Indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami sedikit perubahan. Harga perak, paladium, dan platinum stabil pada sesi tersebut. PT KONTAK PERKASA
Sumber : Bloomberg
