PT KONTAK PERKASA | Dolar Di Tertinggi Sebulan Pasca Meredanya Taruhan Pemotongan Suku Bunga; Pound Melonjak

PT KONTAK PERKASA

PT KONTAK PERKASA | Dolar mencapai level tertinggi dalam satu bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Rabu (17/1) karena aset safe haven menguat, dipicu oleh data Tiongkok yang lemah dan sikap penentu suku bunga global yang menolak pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, sterling menguat karena data inflasi Inggris yang lebih tinggi.

Indeks dolar mencapai 103,58, mencapai tertinggi sejak 13 Desember, terus melanjutkan kenaikan setelah mengalami lonjakan sebesar 0,67% pada hari Selasa.

Penguatan ini sebagian disebabkan oleh pernyataan dari Christopher Waller, anggota Federal Reserve, yang menyatakan bahwa meskipun AS berada dalam jarak yang sangat dekat dengan target inflasi 2% yang ditetapkan oleh The Fed, bank sentral tidak boleh terburu-buru menurunkan suku bunga acuannya sampai jelas bahwa penurunan inflasi akan terjadi secara berkelanjutan.

Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga pada bulan Maret turun menjadi sekitar 60%, dibandingkan dengan perkiraan 75% pada sesi sebelumnya, menurut FedWatch Tool CME. Selain itu, imbal hasil (yield) AS juga mengalami kenaikan.

Pengaruh lain datang dari data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada tahun 2023 sebesar 5,2%, sedikit lebih tinggi dari target resmi, namun pemulihan tersebut jauh lebih lemah dari perkiraan banyak analis dan investor. Beberapa indikator bulan Desember yang dirilis bersamaan dengan data PDB menunjukkan situasi yang lebih suram, memperlihatkan bahwa krisis properti yang berkepanjangan di Tiongkok semakin parah.

Data ekonomi AS yang akan dirilis kemudian akan memberikan indikasi terbaru mengenai kesehatan perekonomian AS.

Dolar menguat 0,45% terhadap yen Jepang, mencapai level 147,84, yang merupakan tertinggi sejak awal Desember. Sementara itu, dolar Australia, yang terpapar oleh data Tiongkok yang lemah, melemah 0,62% menjadi $0,6541, mencapai level terendah sejak 12 Desember.

Euro tetap stabil di $1,10870, setelah mengalami penurunan 0,7% pada hari Selasa setelah pernyataan Waller. Pernyataan pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa juga mempengaruhi dengan mengurangi harapan akan penurunan suku bunga lebih lanjut di Eropa, yang pada gilirannya menopang nilai tukar euro.

Pound Inggris naik, meskipun tidak seperti biasanya terhadap dolar. Pound menguat 0,1% menjadi $1,2646 karena data inflasi Inggris yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank of England akan lebih lambat dalam menurunkan suku bunga dibandingkan dengan bank sentral lainnya. PT KONTAK PERKASA

Sumber : Reuters