Saham-saham di Wall Street mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan yang berakhir pada Rabu (16/8), dipicu oleh memburuknya sentimen di pasar saham global.
Seluruh indeks di Wall Street ditutup dalam zona merah, dengan Dow Jones dan S&P 500 turun ke posisi terendah dalam sebulan, sementara Nasdaq mengalami penurunan setelah sebelumnya mengalami lonjakan.
Indeks Dow Jones ditutup dengan penurunan sebesar 1,02% pada level 34.946,39. S&P 500 mengalami penurunan sebesar 1,16% dan ditutup pada level 4.437,86, sementara indeks Nasdaq melemah sebesar 1,14% dan berada pada posisi 13.631,05.
Pemicu dari penurunan ini adalah beberapa rilis data ekonomi China yang mengecewakan, yang telah mempengaruhi sentimen pasar global. Situasi semakin diperparah oleh rilis data penjualan ritel AS yang terus meningkat.
Data menunjukkan bahwa penjualan ritel di AS naik sebesar 0,7% secara bulanan pada bulan Juli, mengalami kenaikan selama empat bulan berturut-turut setelah peningkatan sebesar 0,3% pada bulan sebelumnya. Kenaikan yang lebih tinggi dari ekspektasi ini meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Tekanan jual di Wall Street semakin meningkat setelah peringatan dari lembaga peringkat Fitch, yang menyiratkan kemungkinan penurunan peringkat kredit beberapa bank, termasuk JP Morgan. Dampaknya terlihat pada penurunan harga saham bank-bank besar seperti JP Morgan, American Express, Wells Fargo, Citigroup, dan Goldman Sachs, yang turun antara 1,7% hingga 2,8%.
Indeks Dow Jones mengalami penurunan yang lebih dalam, terutama dipicu oleh penurunan harga saham Chevron, Caterpillar, Intel, 3M, Boeing, dan Walt Disney, yang turun lebih dari 2%.
