Harga emas telah kehilangan momentum pemulihannya dan kembali turun di bawah level $1.900, berada sekitar $1.885 pada sesi perdagangan AS hari Kamis. Ini merupakan level terendah sejak akhir Maret, yang dipengaruhi oleh sentimen pasar yang buruk yang mengakibatkan kenaikan yield AS.
Para pelaku pasar kembali berhati-hati terhadap risiko setelah dirilisnya risalah pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) the Fed yang menyatakan keprihatinan mengenai risiko inflasi dan membuka kemungkinan untuk penambahan kenaikan suku bunga jika diperlukan.
Yield obligasi AS benchmark 10 tahun mengalami kenaikan dan berbalik menjadi positif pada hari Kamis, mendekati level 4,3%, setelah sebelumnya mengalami penurunan dan menyebabkan harga emas kembali turun.
Data ekonomi yang kuat dari AS memicu kenaikan yield obligasi AS, yang pada akhirnya mendukung penguatan dolar AS karena meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan tetap menjaga suku bunga tinggi.
Risalah pertemuan FOMC bulan Juli yang dirilis pada hari Rabu menyatakan bahwa pejabat Federal Reserve mengungkapkan keprihatinan mengenai laju inflasi dan menyiratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan, kecuali kondisinya berubah.
Diskusi dalam risalah tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anggota FOMC masih khawatir bahwa tantangan terhadap inflasi belum teratasi sepenuhnya dan memerlukan langkah-langkah lebih lanjut dalam pengencangan kebijakan moneter dari Federal Reserve.
“Dengan inflasi yang tetap jauh di atas target jangka panjang komite dan pasar tenaga kerja yang tetap kencang, sebagian besar peserta terus melihat risiko kenaikan inflasi yang signifikan, yang dapat memerlukan langkah-langkah lebih lanjut dalam kebijakan moneter,” demikian rangkuman pertemuan tersebut.
Sementara itu, keprihatinan mengenai perlambatan ekonomi di Cina dan krisis properti di Cina juga berkontribusi dalam menjaga harga emas. Data House Price Index (HPI) Cina untuk bulan Juli menunjukkan penurunan menjadi -0,1% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 0%. Data ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi krisis properti di Cina, terutama dengan developer besar seperti Country Garden Holdings yang menghadapi kesulitan untuk memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.
Data penjualan ritel Cina untuk bulan Juli hanya tumbuh 2,5% YoY, lebih rendah dari ekspektasi di 4,8% dan angka bulan sebelumnya 3,1%. Selain itu, produksi industri Cina turun menjadi 3,7% YoY, lebih rendah dari ekspektasi 4,5% dan angka bulan sebelumnya 4,1%.
Dalam hal tingkat support dan resistance, level “support” terdekat berada di sekitar $1,870. Jika level ini berhasil ditembus, maka bisa turun ke $1,850 dan seterusnya $1,825. Sedangkan level “resistance” terdekat berada di sekitar $1,900. Jika level ini berhasil ditembus, maka bisa naik ke $1,914 dan setelahnya $1,924.
