Untuk rekomendasi harga emas pada minggu berikutnya, harga emas mengalami penurunan dan mencapai level terendah dalam lima bulan pada akhir minggu sebelumnya. Pada hari Jumat minggu tersebut, harga emas bertahan di sekitar $1,889 dan mencatat penutupan mingguan terendah.
Penurunan ini terutama dipicu oleh naiknya yield obligasi treasury AS dan keprihatinan terhadap berita ekonomi dan geopolitik, khususnya yang datang dari Cina. Naiknya yield obligasi treasury AS dan kenaikan indeks dolar AS juga menjadi faktor penekan terhadap harga emas.
Indeks dolar AS mengalami kenaikan dari awal minggu di 102.689 ke 103.282 pada akhir minggu. Penguatan ini sebagian besar disebabkan oleh keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed yang hawkish. Risalah tersebut mencerminkan kekhawatiran para pejabat Federal Reserve tentang laju inflasi dan kemungkinan peningkatan suku bunga di masa depan, kecuali jika ada perubahan kondisi.
Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi Cina juga memengaruhi penurunan harga emas. Mendalamnya krisis sektor properti di Cina, terutama dengan pengembang real estate China Evergrande Group yang mengajukan perlindungan dari para kreditor di pengadilan kebangkrutan, meningkatkan kekhawatiran akan memburuknya kondisi perekonomian di Cina. Ini mendorong para investor untuk mencari perlindungan dalam dolar AS sebagai safe haven, yang pada gilirannya menekan harga emas.
Dalam hal teknikal, level support terdekat berada di sekitar $1,881, dan jika berhasil ditembus, dapat berlanjut ke $1,874 dan $1,863. Sementara itu, level resistance terdekat berada di $1,900, dan jika berhasil ditembus, harga emas bisa naik menuju $1,911 dan $1,918.
Perlu diingat bahwa harga emas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, kebijakan suku bunga, gejolak pasar global, dan berita terkait geopolitik. Sebaiknya tetap memantau perkembangan terkini dalam pasar keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
