Untuk rekomendasi EUR/USD pada minggu berikutnya, pasangan mata uang ini mengalami penurunan dalam beberapa minggu terakhir. Pada minggu terakhir, EUR/USD turun ke bawah 1.0900, menunjukkan bahwa pasangan ini masih dalam tekanan penurunan.
Penguatan dolar AS yang terjadi selama minggu sebagian besar disebabkan oleh kenaikan indeks dolar AS, yang naik akibat keluarnya risalah pertemuan FOMC the Fed yang hawkish. Pertemuan tersebut menyatakan bahwa para pejabat Federal Reserve prihatin tentang laju inflasi dan mungkin memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa depan, kecuali jika kondisi berubah.
Selain itu, pasangan mata uang EUR/USD juga terpengaruh oleh kekhawatiran pasar terkait perlambatan ekonomi di Cina dan krisis di sektor real estate. Krisis yang dihadapi oleh China Evergrande Group, salah satu pengembang properti terbesar di Cina, telah menambah ketidakpastian dan ketegangan di pasar.
Dalam hal teknikal, pasangan mata uang EUR/USD saat ini cenderung berada dalam tekanan penurunan. Level support terdekat berada di sekitar 1.0860, dan jika berhasil ditembus, kemungkinan akan berlanjut ke 1.0820 dan 1.0800. Sementara itu, level resistance terdekat berada di 1.0900, dan jika berhasil ditembus, bisa menuju 1.0940 dan 1.0960.
Penting untuk memantau perkembangan faktor-faktor global yang dapat mempengaruhi pasangan mata uang ini, termasuk perkembangan ekonomi Cina, kebijakan suku bunga AS, dan faktor-faktor geopolitik yang dapat mempengaruhi arah pergerakan EUR/USD.
