Pada awal jam perdagangan sesi AS pada hari Rabu malam, pasangan mata uang EUR/USD mengalami rebound ke atas level 1.0850, bergerak di sekitar 1.0860. Rebound ini terjadi setelah data Purchasing Manager Index (PMI) dari AS dirilis di bawah ekspektasi.
Purchasing Manager Index (PMI) Komposit AS untuk bulan Agustus dari S&P Global turun menjadi 50.4 dari angka bulan Juli sebesar 52.0. Data ini juga berada di bawah perkiraan sebelumnya yang sebesar 52. Indeks manufaktur turun lebih dalam ke zona kontraksi di angka 47, menurun dari 49 pada bulan Juli, dan juga di bawah perkiraan sebelumnya yang sebesar 49.3. Sementara itu, indeks sektor jasa tetap berada dalam zona ekspansi di angka 51.0, meskipun angka tersebut juga lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 52.2.
Pembukaan yang bullish di bursa saham AS, Wall Street, memberikan tekanan tambahan terhadap dolar AS dan membantu pasangan mata uang EUR/USD naik lebih tinggi.
Meskipun pada awal jam perdagangan sesi Eropa hari Rabu pagi, EUR/USD berusaha pulih, namun pasangan mata uang ini kembali dihadapkan pada tekanan bearish yang baru dan jatuh ke level terlemah sejak 15 Juni, mendekati 1.0800.
Data PMI Jasa dari HCOB di Jerman menunjukkan kontraksi pada aktivitas bisnis sektor jasa dengan angka di bawah 50 untuk pertama kalinya sejak tahun ini pada bulan Agustus. Meskipun PMI manufaktur HCOB mengalami kenaikan sedikit dari 38.8 pada Juli menjadi 39.1, kenaikan ini tidak cukup untuk membantu Euro keluar dari tekanan jual.
Dalam hal level support dan resistance, “support” terdekat diperkirakan berada di 1.0830, dan jika berhasil ditembus, dapat melanjutkan penurunan ke 1.0800 dan 1.0790. Sementara itu, “resistance” terdekat di 1.0895, dan jika berhasil ditembus, dapat melanjutkan kenaikan ke 1.0930 dan 1.0960.
