Saham Wall Street Melonjak Meski Data Manufaktur dan Jasa Mengecewakan

Pada perdagangan yang berakhir pada Kamis dini hari tanggal 24 Agustus, saham-saham di Wall Street merespon secara positif terhadap rilis data ekonomi yang mengecewakan terkait aktivitas manufaktur dan sektor jasa pada bulan Agustus. Meskipun data tersebut menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur dan perlambatan pertumbuhan sektor jasa, respons positif dari pasar meredakan kekhawatiran mengenai prospek suku bunga yang diterapkan oleh Federal Reserve.

Rilis data tersebut juga turut memberikan dampak positif pada pasar obligasi AS, dengan terjadi penurunan tajam pada imbal hasil obligasi AS 10 tahun dari level tertinggi dalam 15 tahun. Ini mendorong semangat pembelian saham di Wall Street.

Pada sesi tersebut, semua tiga indeks utama Wall Street ditutup dengan kenaikan. Nasdaq mengalami kenaikan sebesar 1,6% menjadi 13.721,03, S&P 500 naik 1,1% menjadi 4.436,01, dan Dow Jones naik 0,5% menjadi 34.472,98.

Nasdaq mengalami lonjakan yang signifikan terutama karena saham-saham teknologi menguat menjelang berita pendapatan dari perusahaan Nvidia, yang merupakan pemimpin di bidang kecerdasan buatan (AI). Saham Nvidia mengalami kenaikan sebesar 3,2%.

Di sisi sektoral, saham emas menjadi pendorong utama penguatan, sehingga mengangkat indeks NYSE Arca Gold Bugs Index naik sebesar 3,3%. Selain itu, saham-saham semikonduktor, perangkat keras komputer, dan perangkat lunak juga mengalami kenaikan yang signifikan, turut berkontribusi pada kenaikan saham Nasdaq yang dikenal sebagai indeks yang banyak diisi oleh saham-saham teknologi. Saham-saham sektor perumahan juga mengalami kenaikan setelah data penjualan rumah baru yang optimis, yang memicu kenaikan 1,6% pada Philadelphia Housing Sector Index.