Pada pergerakan pasar uang pada Kamis pagi (24/8), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terbuka dengan menguat untuk hari kedua berturut-turut, sementara dolar AS di pasar mengalami kenaikan perlahan setelah melemah pada sesi global sebelumnya.
Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat sebesar 0,24% atau 37 poin menjadi Rp 15.263, dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 15.300. Rupiah saat ini mendekati level tertingginya dalam 2 minggu.
Analis memperkirakan bahwa pada hari ini, perdagangan rupiah terhadap dolar AS akan dibuka dengan melemah ke Rp 15.301, kemudian mengalami koreksi ke Rp 15.301, dan pada akhirnya pada pagi hari WIB terpantau berada di posisi Rp 15.263.
Kenaikan rupiah terjadi sementara dolar AS di pasar uang Asia mengalami kenaikan perlahan setelah melemah pada sesi global sebelumnya. Dolar AS sempat mengalami koreksi akibat data aktivitas bisnis AS yang mendekati stagnasi, yang dapat mempengaruhi keputusan the Fed terkait kenaikan suku bunga.
Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, pagi ini naik ke level 103,43, dibandingkan dengan level penutupan sesi sebelumnya di 103,36.
Sementara itu, pada awal sesi perdagangan pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menguat tipis sebesar 3,945 poin (0,06%) ke level 6.925,355. Di kawasan Asia, bursa saham umumnya menguat menantikan kebijakan suku bunga di Korea Selatan dan Indonesia, serta mengikuti pergerakan Wall Street yang ditutup dengan kenaikan.
Analis juga melihat bahwa dolar AS terhadap rupiah hari ini cenderung melemah, sementara dolar di pasar Asia mengalami kenaikan. Perkiraan minggu ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan berada dalam kisaran antara Rp 15.358 hingga Rp 15.185.
