Pada sesi perdagangan AS hari Jumat minggu lalu, pasangan mata uang EUR/USD mengalami pemulihan ke kisaran 1.0800, berada di sekitar 1.0792. Meskipun demikian, pasangan mata uang ini menutup minggu ke-6 berturut-turut dengan catatan pelemahan, setelah sempat menyentuh level terendah sejak pertengahan bulan Juni di bawah 1.0770.
Pidato hawkish dari Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, memberikan dukungan kepada dolar AS dan membaiknya sentimen pasar, sehingga dampak positif tersebut membatasi potensi kenaikan pasangan mata uang EUR/USD.
Pada awal minggu lalu, EUR/USD memulai perdagangan di level 1.0874, namun kemudian mengalami penurunan hingga mencapai 1.0792 pada akhir minggu. Meskipun pada hari perdagangan terakhir, pasangan mata uang ini berhasil mengalami kenaikan dari level terendah di bawah 1.0770, naik ke kisaran 1.0800 di 1.0792.
Penurunan pada pasangan mata uang EUR/USD terutama disebabkan oleh penguatan dolar AS, yang tercermin dalam kenaikan indeks dolar AS dari 103.282 menjadi 104.150 pada akhir minggu. Penguatan ini terjadi terutama setelah pidato dari Jerome Powell di simposium Jackson Hole.
Dolar AS menguat sesuai dengan ekspektasi setelah pidato Powell di simposium tersebut. Pernyataan hawkish Powell mengenai rencana peningkatan suku bunga telah mendorong kenaikan indeks dolar AS sebanyak 0.22% hingga mencapai 104.150.
Sentimen pasar berubah menjadi bearish setelah Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, menyampaikan komentar yang mengisyaratkan kebijakan hawkish di simposium tersebut. Powell menyampaikan pesan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut akan diumumkan jika data ekonomi AS tetap kuat.
Jerome Powell menekankan komitmen untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang restriktif hingga inflasi turun secara berkelanjutan ke tingkat 2%. Ia juga mengungkapkan bahwa proses mengurangi inflasi masih memerlukan waktu yang lama, meskipun ada sejumlah data ekonomi yang positif.
Kenaikan indeks dolar AS semakin diperkuat oleh kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi China dan risiko deflasi yang meningkat di negara tersebut. Selain itu, rebound yield obligasi Treasury AS ke level 4.25% juga turut berkontribusi pada penguatan dolar AS.
Dalam hal level support dan resistance, “support” terdekat diperkirakan berada di 1.0740, dan jika berhasil ditembus, kemungkinan akan melanjutkan penurunan ke 1.0700 dan 1.0650. Sementara itu, “resistance” terdekat diperkirakan berada di 1.0800, dan jika berhasil ditembus, dapat melanjutkan kenaikan ke 1.0860 dan 1.0900.
