Emas 28 Agustus 2023: Kehilangan Sebagian Pemulihannya Setelah Pidato Powell

PT KONTAK PERKASA

Harga emas naik ke atas $1,920 sebelum akhirnya mengalami koreksi ke bawah ke level $1,914 akibat pidato dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell, tetap mempertahankan sikap hawkish dalam pidatonya di Simposium Jackson Hole, yang menekan harga emas dengan intensitas tekanan jual yang lebih kuat. Powell tetap membuka peluang untuk kebijakan pengetatan lebih lanjut. Ia menyatakan bahwa pasar tenaga kerja sangat ketat dan perlu mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dari bank sentral AS.

Sentimen pasar berbalik menjadi bearish karena pernyataan hawkish dari Powell telah memperkuat dolar AS dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Dampak dari pernyataan ini juga membuat indeks dolar AS mengalami kenaikan signifikan dari awal minggu, mencapai 104.150 pada akhir minggu.

Jerome Powell secara tegas menegaskan niatnya untuk menjaga tingkat suku bunga yang restriktif sampai inflasi secara berkelanjutan turun ke tingkat 2%. Ia juga mengindikasikan bahwa meskipun data ekonomi AS menunjukkan perbaikan, proses menurunkan inflasi masih memerlukan waktu yang lama.

Kenaikan indeks dolar AS semakin diperkuat oleh kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi China dan meningkatnya risiko deflasi di negara tersebut. Selain itu, rebound yield obligasi Treasury AS ke level 4.25% juga turut berkontribusi terhadap kenaikan dolar AS.

Perlambatan ekonomi di China juga memiliki dampak negatif terhadap harga emas, karena menurunnya outlook permintaan emas dari China, yang merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia.

Dalam hal level support dan resistance, “support” terdekat diperkirakan berada di $1,901, dan jika berhasil ditembus, dapat melanjutkan penurunan ke $1,889 dan $1,881. Sementara itu, “resistance” terdekat berada di $1,925, dan jika berhasil ditembus, dapat melanjutkan kenaikan ke $1,935 dan $1,950.