EUR/USD 29 Agustus 2023: Bertahan di Atas 1.0800 di Tengah Melemahnya USD

Pada jam perdagangan sesi Asia hari Selasa, pasangan mata uang EUR/USD naik ke atas level 1.0800, mencapai sekitar 1.0833. Pasangan mata uang ini tetap dalam fokus bullish, mempertahankan perubahan arah yang terjadi pada hari Senin seiring dengan pelemahan dolar AS.

Indeks dolar AS turun sebesar 0,15% menjadi 103,842. Penurunan ini terjadi karena yields obligasi AS terus menurun dan sentimen positif terhadap risiko mengurangi daya tarik dolar AS sebagai mata uang safe-haven. Meskipun demikian, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS masih dapat mendukung kenaikan yields obligasi AS dan dolar AS.

Dolar AS mengalami pelemahan di awal minggu ini karena adanya perbaikan sentimen pasar, didukung oleh langkah-langkah stimulus tambahan dari pemerintah China. Saham-saham di AS dan Eropa mengalami kenaikan, sementara yields obligasi pemerintah turun, yang berdampak negatif pada dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD berhasil mengalami rebound pada hari Senin setelah mencapai level penutupan harian terendah sejak pertengahan bulan Juni pada hari Jumat minggu lalu, yang terjadi setelah pidato ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Simposium Jackson Hole.

Data ekonomi yang dirilis dari AS pada jam perdagangan sesi AS hari Senin termasuk Indeks Manufaktur Dallas Fed yang mengalami perbaikan dari -20 menjadi -17,2.

Dari Eropa, Jerman akan merilis hasil survei Gfk Consumer Confidence pada hari ini, sementara negara-negara zona Euro akan mulai merilis data Consumer Price Index (CPI) pendahuluan untuk bulan Agustus.

Untuk analisis teknikal, “support” terdekat akan berada di level 1.0790. Jika level ini berhasil ditembus, pergerakan selanjutnya bisa menuju 1.0740 dan kemudian 1.0700. Di sisi lain, “resistance” terdekat berada di level 1.0845. Jika level ini berhasil ditembus, pergerakan naik bisa berlanjut ke 1.0865 dan kemudian 1.0880.