Pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa, pasangan mata uang EUR/USD berhasil mengalami kenaikan dan mencapai ketinggian harian baru di atas 1.0850, yaitu sekitar 1.0875. Penguatan ini terjadi karena Jerome Powell, ketua the Fed, menyatakan bahwa bank sentral AS akan terus mengandalkan data ekonomi untuk mengambil kebijakan moneter lebih lanjut. Pernyataan ini membebani dolar AS dan berkontribusi pada kenaikan pasangan mata uang EUR/USD. Indeks dolar AS turun sebesar 0.10% menjadi 103.892, yang juga berkontribusi pada penguatan EUR/USD.
Selain pengaruh dari melemahnya dolar AS, kenaikan EUR/USD juga dipengaruhi oleh penurunan yields obligasi AS. Meskipun indeks dolar AS berjuang untuk mencapai level di atas 104.00, yields obligasi AS 10 tahun turun mendekati 4.18%.
Jerome Powell juga menyebutkan bahwa inflasi telah menjadi lebih responsif terhadap pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, data JOLTS dan data lain yang terkait dengan pasar tenaga kerja yang akan dirilis pada minggu ini akan menjadi penting dalam menentukan langkah selanjutnya oleh the Fed.
Penurunan yang lebih besar dari yang diperkirakan dalam data JOLTS bulan Juli berdampak pada pelemahan dolar AS dan mendorong kenaikan pasangan mata uang EUR/USD.
Data dari AS menunjukkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan dalam JOLTS bulan Juli mengalami penurunan yang signifikan. Angka pembukaan pekerjaan (Job Openings and Labor Turnover Survey, JOLTS) pada bulan Juli tercatat sebesar 8.82 juta, lebih rendah dari angka sebelumnya pada bulan Juni yang direvisi dari 9.58 menjadi 9.16 juta. Angka ini juga di bawah perkiraan pasar yang sebesar 9.46 juta.
Dalam konteks ini, dukungan (support) dan resistensi (resistance) untuk pasangan mata uang EUR/USD terlihat sebagai berikut:
- Support terdekat: 1.0790 (jika berhasil tembus, dapat lanjut ke 1.0765 dan kemudian 1.0720).
- Resistance terdekat: 1.0865 (jika berhasil tembus, dapat lanjut ke 1.0885 dan kemudian 1.0930).
