Pada perdagangan sebelumnya, indeks Hang Seng di Hong Kong mengalami penurunan sebesar 0,1%, mencapai 18,009.23. Demikian pula, indeks saham Cina Enterprise (HSCE) turun sekitar 0,39% menjadi 6,235.719, sementara indeks Hang Seng berjangka kontrak September 2023 mengalami penurunan sebesar 0,23%, berada pada level 18,055.
Hang Seng telah mengalami penurunan selama 6 hari berturut-turut, mencapai level terendah dalam 3 minggu terakhir. Penurunan ini terjadi setelah Uni Eropa mengumumkan rencana untuk melakukan penyelidikan terhadap praktik pasar yang mungkin tidak adil yang dilakukan oleh perusahaan mobil listrik China.
Pasar saham Wall Street, dalam perdagangan semalam, ditutup dengan variasi setelah data inflasi AS yang bervariasi. Di samping itu, harga minyak WTI turun di bawah $89 per barel karena adanya peningkatan yang mengejutkan dalam data persediaan minyak mentah AS menurut EIA (Energy Information Administration).
Secara teknikal, menurut analis dari Vibiz Research Center, indeks Hang Seng diperkirakan akan mengalami penurunan. Potensi awal sesi mungkin akan mengalami kenaikan ke level 18,110, dan jika berhasil menembusnya, kemungkinan akan berlanjut ke level R1 dan R2. Namun, jika pasar bergerak sebaliknya, maka kemungkinan akan mengalami penurunan ke level 17,998, bahkan bisa turun lebih rendah ke level S1 dan S2.
Level-level penting dalam analisis teknikal tersebut adalah sebagai berikut:
- R3: 18,481
- R2: 18,356
- R1: 18,205
- Pivot: 18,080
- S1: 17,929
- S2: 17,804
- S3: 17,653
“Buy Avg” atau rata-rata pembelian diperkirakan berada di sekitar 18,196, sedangkan “Sell Avg” atau rata-rata penjualan diperkirakan berada di sekitar 17,970.
