Indeks Nikkei 14 September 2023

Pada sesi sebelumnya, indeks Nikkei mengalami penurunan sebesar 0,21%, mencapai level 32,706. Sementara indeks saham kapital besar Topix turun sekitar 0,05% menjadi 2,379, dan indeks Nikkei berjangka bulan Desember 2023 mengalami penurunan sebesar 0,52%, berada pada level 32,450.

Penurunan Nikkei ini terjadi karena adanya kekhawatiran baru terkait inflasi, terutama seiring dengan kenaikan harga minyak, serta merespons data indeks Tankan yang menunjukkan penurunan pada bulan September.

Di sisi lain, indeks saham Wall Street, dalam perdagangan semalam, ditutup dengan variasi setelah data inflasi AS yang bervariasi. Selain itu, harga minyak WTI turun di bawah $89 per barel karena adanya peningkatan yang mengejutkan dalam data persediaan minyak mentah AS menurut EIA (Energy Information Administration).

Secara teknikal, menurut analis, indeks Nikkei berjangka pada hari ini diperkirakan akan mengalami kenaikan. Potensi awal sesi mungkin akan mengalami penurunan ke level 32,490, dan jika berhasil menembusnya, kemungkinan akan berlanjut ke level S1 dan S2. Namun, jika pasar bergerak sebaliknya, maka kemungkinan akan mengalami kenaikan ke level 32,610, bahkan bisa naik lebih tinggi ke level R1 hingga R3.

Level-level penting dalam analisis teknikal tersebut adalah sebagai berikut:

  • R3: 32,900
  • R2: 32,790
  • R1: 32,620
  • Pivot: 32,510
  • S1: 32,340
  • S2: 32,230

“Buy Avg” atau rata-rata pembelian diperkirakan berada di sekitar 32,770, sedangkan “Sell Avg” atau rata-rata penjualan diperkirakan berada di sekitar 32,420.