Wall Street Beragam Setelah Data Inflasi AS Bervariasi, Saham Airline Paling Tertekan

Pada perdagangan saham di Wall Street, Kamis dinihari (14/9), indeks-indeks utama berakhir dengan hasil yang beragam sebagai respons terhadap rilis data inflasi AS yang beragam.

Hanya indeks Nasdaq yang berhasil rebound dengan kenaikan sebesar 0,3%, mencapai level 13.813,59. Sementara itu, Dow Jones mengalami penurunan sekitar 0,2% menjadi 34.575,53, dan S&P 500 naik tipis sekitar 0,1% menjadi 4.467,44.

Data inflasi AS yang dirilis menunjukkan variasi, dengan data inflasi utama tahunan dan juga inflasi inti yang lebih tinggi dari yang diharapkan. Namun, data inflasi bulanan sesuai dengan perkiraan yang ada. Meskipun data ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga yang tidak berubah pada pertemuan mereka minggu depan, kenaikan inflasi inti memberikan peluang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut sebelum akhir tahun.

Pelemahan di sektor saham terutama dipimpin oleh saham-saham maskapai penerbangan, dengan NYSE Arca Airline Index mengalami penurunan sebesar 3,3% dan mencapai level penutupan terendah dalam empat bulan. Saham American Airlines memimpin penurunan di sektor ini dengan turun sebesar 5,7% setelah mengumumkan pemangkasan proyeksi pendapatan untuk kuartal ketiga.

Selain itu, terjadi pelemahan yang signifikan pada saham-saham di sektor jasa minyak, dengan Philadelphia Oil Service Index mengalami penurunan sebesar 2,2%.