KONTAK PERKASA FUTURES | Harga emas terus mengalami penurunan dan mencapai posisi terendah dalam lebih dari 6 bulan pada hari Senin. Faktor-faktor yang memengaruhi penurunan ini termasuk penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi, serta spekulasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama guna mengatasi inflasi.
- Indeks dolar mengalami lonjakan menjadi 106,94, naik hampir 0,7%, yang menunjukkan kekuatan dolar.
- Harga emas berjangka untuk bulan Desember mengalami penurunan sebesar $18,90 dan mencapai $1,847.20 per ons, mencerminkan tekanan turun yang signifikan.
- Perak berjangka juga mengalami penurunan sebesar $1,029 menjadi $21,421 per ons.
- Tembaga berjangka juga terpengaruh dengan penurunan $0,0960 dari penutupan sebelumnya.
Analis pasar mencatat bahwa harga emas terus melemah karena investor di Wall Street bersiap menghadapi suku bunga riil yang lebih tinggi. Meskipun dolar belum mencapai puncaknya, imbal hasil Treasury yang meningkat tidak mampu menghentikan penguatan dolar. Moya, seorang analis, juga menekankan bahwa kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih suram tidak cukup untuk mendorong investor menuju aset safe-haven seperti emas batangan. Emas sangat rentan untuk turun lebih jauh, terutama jika Treasury 10-tahun diperkirakan akan menguji tingkat 5,00%.
Selain itu, laporan dari Institute for Supply Management menunjukkan sedikit perlambatan laju kontraksi aktivitas manufaktur di Amerika Serikat pada bulan September, yang juga dapat memengaruhi harga emas. KONTAK PERKASA FUTURES
Sumber: Fx.co
